Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Refleksi Diri


Sekarang mungkin gue stuck di zona nyaman gue.

Gaji lumayan untuk ukuran anak freshgraduate


Ya gue bersyukur, gue bisa masuk ke jalur ODP sebuah Bank BUMN di Indonesia.

Udah hampir 3 tahun gue disini.

1 Tahun pelatihan dan 2 tahun sebagai Relationship Manager.

Banyak hal yang terjadi dalam pekerjaan gue.

Menjadi Bankir bukan kerjaan yang gampang. Apalagi kalo lo berada di Posisi Credit Officer

Lo bekerja harus mempunyai berbagai macam skill..

Antara lain
skill sebagai akuntan,
Skill sebagai wartawan
Skill sebagai Detektif
Skill sebagai penulis
Skill sebagai MC
Skill sebagai  Aktor
Bahkan skill sebagai Debt Collector


Tapi entah kenapa gue ngerasa ada yang hampa...

Gue ngerasa gitu2 aja...


Kenapa ya?

Itu yang jadi pertanyaan gue sekarang...




Mana semangat gue yang dulu.

Mana semangat gue yang berkobar-kobar mencapai tujuan...

Lingkungan?

Mungkin ya...

Tapi ya masa gue kalah sama lingkungan...



Teringat sama cerita Wortel, Telor dan Kopi...

Ketiga Benda tersebut di cemplungin ke dalam air yang mendidih.

Wortel dengan sifatnya yang keras berubah jadi lembek..
Nah, Telor yang tadinya cair berubah sifatnya jadi keras.
Tapi, Kopi ketika berada di air mendidih dia menjadi hal yang baru
Dia merubah warna air dan merubah aromanya.

Kamu mungkin sekarang lagi ngalamin hal yang sama.
Ngalamin pergumulan dengan suatu masalah.
Tapi respond kamu yang terpenting untuk menghadapi masalah tersebut.

Nah. Kalo kamu mau jadi yang mana?

Tahun2 pertama di kerjaan ini gue hadapi dengan tertatih-tatih..

Banyak teman-teman seangkatan gue berguguran di tengah jalan.

Banyak alasan,

Bisa karena tekanan target.
Workload yang padat
Bisa karena lingkungan kerja dari atasan atau rekan sekerja.
Atau jarak yang jauh dari orang yang dikasihi?

Semuanya bisa jadi alasan untuk resign...

Gue?

Gue tetep jalan terus...

Ada pepatah yang bilang..
"Winners Never Quit and Quiters Never Win"

Ya gue gak mau jadi pecundang, yang minta dilempar handuk sebelum pertandingan usai.
Gue akan terus bertarung.. Terus berdiri sampai akhir.

Itu prinsip gue.  Lebay emang.

Tapi itulah gue apa adanya.


Gue nulis ini karena gue lagi merasa perlu merefleksikan kembali arti hidup gue...

Pengen motivasi gue balik lagi..


Gitu aja...

Bagaimana Cara Menjadi Orang Kaya.





Sekitar satu mingguan ini, gue lagi seneng-senengnya nonton Vlognya (Video Blog) Raditya Dika.

Perlu kalian ketahui, Dari Jaman SMA  hidup gue sebenernya terinspirasi dari Raditya Dika.  
Awal gue bikin Blog, gue bikin blog karena baca bukunya Raditya Dika yang judulnya  Kambing Jantan. 
dan gue  sukses bikin Blog versi KWnya dengan judul Musang Jantan isinya tentang kejadian bodoh sehari-hari. Mungkin temen-temen jaman SMA gue udah pada tau. 

Gara-gara Raditya Dika juga gue sempet pengen banget masuk UI karena dia pernah kuliah disana. dan sayangnya gue gagal.

Sial!

Tapi pas Gue Kuliah gue beruntung sempet beberapa kali ketemu sama Raditya Dika.

Pertama pas gue masih semester pertama tahun 2009 di Acara Tour #IndonesiaUnite di Kampus IM Telkom Gegerkalong.

Pertemuan kedua adalah pas acara Dies Natalis  HIPMI tahun 2012 yang dibikin sama junior-junior gue. Disitu Raditya Dika bicara mengenani kreativitas anak muda.

Dari pertemuan gue beberapa kali dengan Raditya Dika, gue tau, walauapun di bukunya dan di filmnya dia selalu berperan jadi orang yang Cemen, Sial dan mendapatkan kejadian bodoh melulu, Gue yakin bahwa orang ini sebenernya pinter dan bakalan jadi orang sukses kedepannya.

Dulu, gue sempet browsing dan riset mengenai dia pemikiran dia yang serius. gue ketemu beberapa nilai dan prinsip yang bagus buat kita terapkan di hidup sehari-hari kita.

Tapi, yang gue penasaran adalah bagaimana dia mengaplikasikan di kehidpuannya secara nyata setiap hari.

Terimakasih buat perkembangan Jaman.

Akhirnya di Tahun 2016. Muncul Trend Baru. Trend NgeVlog....

Jadi setiap hari kita bisa tahu bagaimana kehidupan sehari-hari seorang Raditya Dika

Dari Vlognya, gue bisa liat perkembangan hidupnya jauh lebih baik, jauh lebih tajir dari 4-6 Tahun yang lalu pas gue ketemu sama dia.

Oh ya, Cewenya juga lebih cakep yaitu Annisa Ajojing eh, Annisa Azizah,

Gimana Si Raditya Dika bisa kaya begitu, Dari Vlog kesehariannya gue mendapatkan beberapa nilai yang dia Jalani sama Dia  diantaranya ada 5 nilai  sebagai berikut.


1. Jadilah yang terbaik.

Nilai pertama yang gue ambil dari Raditya Dika di Vlognya mengapa dia bisa sukses  adalah Prinsip "Jadilah Yang Terbaik".
Apapun bidang yang sekarang lo lagi tekuni. entah lo sekarang jadi Siswa/i SMP atau SMA, entah Lo sekarang jadi Mahasiswa/i, Entah Lo sekarang jadi Profesional, atau lo sekarang jadi Pengusaha. Jadilah yang terbaik di Bidang lo Sekarang!

Raditya Dika pernah ngomong  bahwa, Jadi Apa pun juga Mau jadi tukang martabak jadilah tukang martabak yang terbaik, jadi tukang nasi goreng, jadilah tukang nasi goreng terbaik. Karena kalo kita jadi yang terbaik di bidang yang kita tekuni maka uang akan datang sendirinya ke kita.

trus, Gimana caranya? 

Caranya percaya aja lo bisa jadi yang terbaik.

2. Jadilah Berbeda

Kalo kita gak bisa jadi yang terbaik di Bidang kita, jadilah orang yang berbeda daripada orang lain. Ini adalah salah satu prinsip yang gue percaya dan pegang setiap hari.
Masalahnya banyak orang jaman sekarang yang takut jadi berbeda dengan orang lain. 

Padahal dengan menonjolkan perbedaan dalam artian yang positif kita akan terus diingat sama orang lain. 

Prinsip yang sama ketika lo jualan barang. kalo lo jualan sama aja dengan orang lain maka produk lo gak bakalan dilirik sama orang lain.


3. Be On Time.

Tepat Waktu. Jujur On Time adalah sesuatu yang berat buat gue dan buat kita orang Indonesia pada umumnya yang terkenal dengan jam karetnya. Raditya Dika di Vlognya adalah orang yang mempunyai jadwal yang teratur dan terjadwal dengan rapih. Dia selalu datang lebih awal dari waktu seharusnya dia shooting atau meeting dan dia gak akan kompromi soal itu. Jadi datanglah tepat waktu.

Tips: gue  punya tips bagi yang suka ngaret, cepetin jam tangan/HP/Dinding 10 menit lebih cepet dari yang seharusnya. dijamin bakal berkurang tuh ngaretnya.

4. Professional
Orang yang profesional adalah orang yang melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh berdasarkan keahlian yang dia punya dan dibayar, gue liat Raditya Dika adalah seorang yang sangat profesional melakukan pekerjaannya tanpa mencampur adukan perasaan pribadinya ke dalam area pekerjaannya.
Karena dia menyadari bahwa dia dibayar adalah untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan baik bukan untuk urusan pribadinya

5. Live the Life
Terkadang kita lihat orang disekeliling kita yang hidup cuma hidup. Alias hanya menjalani kehidupannya seperti rutinitas sehari-hari. Ibarat Hamster dia cuma lari di puteran yang sama terus menerus. 

Hidupilah Hidup kita. 

Nikmati apa yang kita punya sekarang, cintai apa yang kita kerjakan.

Jangan pusing apa kata orang. Orang gak bisa mengatur hidup kita, kita lah yang memilih mau dikemanakan hidup kita selanjutnya.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Oke segitu dulu Nilai atau prinsip yang gue dapet dari tontonan Vlognya Raditya Dika.

Oh ya rencananya gara-gara Vlognya Raditya Dika, gue berencana mau bikin Vlog juga.. tapi, gue lagi milih kamera yang bagus dan memperdalam ilmu video edittingnya mudah-mudahan tahun ini bisa keluar. Sebelum Vlog gue keluar, gue mau rutin nulis juga setiap minggu minimal 1 tulisan blog gue keluar. Doain aja biar Iman gue tetep teguh.

Amin.

Skripsi, Marketing, Entrepreneurship, dan Motivator

Halo, sudah lama gak posting blog.

Gak kerasa udah hampir akhir tahun, banyak banget yang kejadian-kejadian yang gue alamin di tahun 2012 ini. Mulai dari yang asem, manis, asin sampai pahit dialamin semua.

Walaupun begitu, kata motivator ternama pernah bilang "Hidup itu harus dinikmati bagaimanapun rasanya, karena Hidup adalah Proses".

Sekarang gue mulai menggarap Skripsi walau sampai detik ini masih mentok di Judul.. hehehe.
tapi gue udah kebayang sih gue mau nulis tentang apaan. yah. gak jauh-jauh dari marketing.



kenapa gue pilih marketing, karena menurut gue Marketing sesuai dengan passion gue. Sebenernya gue juga tertarik dengan tema "Entrepreneurship". tapi gue lebih condong ke Marketing soalnya gue  memang senang memperhatikan Merek dan Brand tertentu. dan gue juga senang dengan psikologi. yang sedikit banyak bakal gue kupas di skripsi gue.

Ngomong-ngomong tentang Entrepreneurship, kemaren gue baru aja nonton film Thailand judulnya "The Billionaire". Ceritanya diambil dari kisah nyata tentang anak muda yang punya cita-cita pengen jadi entrepreneur muda sedari lulus SMA. Di Film itu kita bisa lihat perjuangan dan semangatnya dalam meraih cita-cita.



Film ini diangkat dari kisah nyata Top Ittipat, Owner sekaligus Founder Snack Tao Kae Noi yang sering kita lihat di Seven Eleven, Circle K dan Convenience Store  lainnya. Tao kae Noi  mempunyai arti "Pengusaha Muda"  berasal dari bahasa Hokian "Tao ke = Bos/ Pengusaha" dan dari bahasa Thailand "Noi  = Muda"

Film ini sangat cocok untuk para pengusaha muda yang baru mulai usaha, di Indonesia sendiri kita punya para pengusaha muda yang ceritanya mirip dengan Top Ittipat. contohnya Axl yang merupakan pemilik dari keripik pedas Maicih asal Bandung. ada juga Hendi Sutiono pemilik dan pendiri Kebab Baba Rafi.

Axl (owner Maicih)

Hendi Sutiono (owner Kebab Turki Baba Raffi)


Sekarang  gue juga sedang menjalankan usaha bersama teman-teman. bisnis Gerai Sosis Bakar yang bernama "Mr. Soba". yang kami jalankan di lingkungan kampus Telkom University. Saat ini kami baru mempunya satu gerai dengan satu karyawan. namun mudah-mudahan di tahun depan kami bisa membuka gerai baru dan memperluas usaha kami. kami juga tidak menutup kemungkinan untuk bekerjasama dengan mitra yang ingin membuka gerai "Mr. Soba" di tempat lain. (more info visit : http://mistersoba.tk)
gue dengan Karyawan booth Mr.Soba

Selain Mr. Soba, Gue juga lagi menjalankan usaha penjualan parfume yang dijalankan via Online melalui FB, dan Offline melalui KOPMA IMT.  Semoga bisnis gue yang satu ini lancar juga amin. yang mau jadi reseller juga mangga. hahahaa..

Mumpung masih muda, kita ambil aja setiap kesempatan yang ada. kalo kata Motivator Tung Desem Waringin sih," apa yang kita lakukan di usia 17-25 tahun, menentukan siapa kita di usia 40 tahun"

Ngomong-ngomong soal Motivator, hari minggu besok gue mau nonton Mario Teguh Golden Ways bareng HIPMI PT IMT. siapa tau masuk tipi. #pentung.





Antara Nasionalisme dan Pemuda


Salam Pemuda! sebelumnya gue pengen ngucapin selamat hari blogger nasional yang jatuh pada tanggal 27 oktober kemaren dan, gue pengen ngucapin selamat hari pemuda untuk seluruh pemuda dan pemudi di Indonesia.

Ngomong-ngomong soal pemuda, gue agak miris melihat keadaanya terutama di Indonesia. yang pertama adalah masalah nasionalisme. pemuda di Indonesia sekarang lebih mudah terprovokasi dan gampang tercerai berai. gak percaya? coba liat berita di televisi, setiap hari kita bisa menyaksikan banyak anak muda yang tawuran gak cuma mahasiswa, atau anak sma. anak SMP dan SD juga udah mulai ikut-ikutan.

Selain di televisi, hal juga terjadi di Internet banyak sekali debat kusir gak jelas yang ujung-ujungnya saling menghina satu sama lain baik itu masalah kelompok ataupun sara.

Gak heran, kalo bangsa kita begitu terus bangsa ini gak akan maju-maju. Kita pastinya gak mau kejadian buruk di masa lalu seperti timbulnya gerakan separatis yang ingin memisahkan diri dari bangsa indonesia seperti Gerakan Aceh Merdeka, atau terpisahnya Timor Timur terjadi lagi. Lihat sekarang, organisasi seperti Organisasi Radikal, Republik Maluku Selatan, ataupun Organisasi Papua Merdeka mulai kembali muncul.mereka beranggotakan para pemuda-pemudi Indonesia yang sepertinya kehilangan arah.

Tentunya kita sebagai rakyat Indonesia gak mau kejadian seperti yang terjadi di kawasan Timur Tengah, terjadi di Indonesia juga. terjadi Chaos!

Sebenernya Indonesia punya banyak potensi yang bisa digali untuk menjadi bangsa yang besar. Kuncinya ada di tangan kita, para pemuda-pemudi. kita bisa mengubah bangsa ini menjadi lebih baik dengan prestasi.
karena gue yakin bangsa indonesia, gak kalah dengan bangsa yang lain.

Lihat sekarang, Pergesaran pusat ekonomi sedang berada di Asia. Amerika Serikat dan Eropa sedang mengalami krisis ekonomi. dan pertumbuhan ekonomi Asia sedang pesat-pesatnya yang dimotori oleh China, India dan juga Indonesia.

Hal ini merupakan momentum bagi kita, pemuda-pemudi Indonesia untuk berkontribusi dalam pembangunan. minimal kita membangun budaya dan mental bangsa kita sendiri. yaitu mental berani bersaing dan pantang menyerah. jika hal itu sudah  terjadi yakin Indonesia akan menjadi bangsa yang besar dan disegani.

Gue nulis seperti ini, bukan gue pengen menggurui atau apa. disini gue ingin berbagi semangat bahwa kita harus optimis bahwa bangsa kita sebenernya mampu! kalo generasi mudanya mau!

Seperti Founding Father kita Ir. Soekarno berkata "Berikan Aku 10 Pemuda Dan akan Ku guncang Dunia!"

Sebuah Renungan



habis nonton film ini gue merasa terharu, gue pikir kadang-kadang kita telah menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh Tuhan kepada kita.
kadang kita juga gak pernah bersyukur atas berkat yang sudah Tuhan kasih buat kita.

tapi di film ini kita melihat inspirasi dari seorang gadis yang berjuang menghadapi penyakit yang sangat langka. dia tetap berjuang dan bersyukur.

Kunjungi Blog gadis ini di : http://nabilanurjanida.tumblr.com

Gagal SNMPTN, So what?


Baru-baru ini semua heboh dengan yang namanya pengumuman SNMPTN.
gak di Twitter, Facebook, Kontrakan sampai Warkop ikut nimbrung ngomomngin hasil SNMPTN.

ada yang lulus, ada yang gak lulus. padahal yang diomongin itu cuma saudara atau tetangganya doang. walaupun begitu, banyak juga orang yang kecewa karena mereka gak lulus atau gak masuk jurusan yang diidam-idamkan.

menurut gue, gak lulus snmptn bukanlah akhir dari segalanya. karena kesuksesan gak cuma ditentuin oleh universitas yang favorit. tapi, oleh output yang dihasilkan oleh universitas tersebut.

Untuk mendapatkan output yang berkualitas, prosesnya pun harus maksimal. buat apa kampus gede, biaya mahal, gengsi tinggi tapi hasilnya Nol, Nol besar.
karena dalam prosesnya gak bener.

proses yang gak bener, misalnya kuliah skip mulu, ikut pergaulan gak bener, atau nilep duit semesteran buat dugem. atau dari dosennya sendiri, misalnya dosennya gak berkualitas, gak profesional, suka gak dateng, atau suka telat.

mending, kuliah di tempat yang kecil tapi prosesnya bener, mahasiswanya bener, trus dosennya juga bener. pasti hasilnya juga berkualitas.

ehm, walaupun gue gak menyangkal bahwa fasilitas di kampus juga turut andil dalam prestasi mahasiswanya. tapi itu bukan segalanya.

nah, buat adek-adek yang gak lulus SNMPTN jangan sedih dan galau. kan bisa masuk kampus lain kalo gak, ikut tahun depan. dengan persiapan yang lebih baik.

Tetap semangat!

This is it Sukses Ala Sir Richard Branson

Aristoteles mengatakan bahwa diri kita adalah apa yang kita lakukan secara berulang-ulang. Kebiasaan seseorang tidak diragukan lagi membentuk kepribadiannya dan membentuk cara pandang orang lain terhadap dirinya. Sehingga bisa dikatakan bahwa orang-orang biasa memiliki kebiasaan yang biasa pula, tetapi orang-orang yang tidak biasa memiliki kebiasaan yang tidak biasa pula. Bagi kita yang masih perlu belajar untuk menjadi luar biasa, belajar dari orang-orang yang luar biasa sangatlah perlu. Namun bagaimana belajar dari seseorang yang cemerlang agar bisa meneladani kecemerlangannya? Salah satunya ialah dengan mencermati kebiasaannya sehari-hari.

Sir Richard Branson diakui sebagai salah satu sosok legendaris di dunia bisnis internasional. Perusahaannya yang bernama Virgin telah merambah berbagai pelosok dunia. Hampir semua orang setuju bahwa Branson adalah sebuah pribadi unik yang patut diteladani terutama dalam kegigihannya berwirausaha. Untuk itulah kita perlu ketahui apa saja kebiasaan-kebiasaan Branson dalam kegiatannya sehari-hari mengingat kebiasaan, seperti kata Aristoteles, adalah hal yang mendefinisikan jati diri seseorang.

Ada sejumlah perilaku rutin Branson yang meski terlihat sepele tetapi mampu membantunya berpikir lebih jernih dan memiliki pemahaman pribadi terhadap setiap kejadian dan keadaan di sekitarnya kapan saja. Berikut ialah sejumlah kebiasaan Branson, seperti dilansir dari blog.iqmatrix.com:

Keluar dari zona nyaman
Richard Branson terus menerus keluar dari zona nyaman menuju bidang usaha baru dan tantangan yang berbeda. Semuanya ia lakukan untuk menguji ketahanan, keahlian dan kemampuannya memecahkan masalah.

Menghadapi masalah secara langsung
Saat masalah timbul, Branson mengatasinya dengan sesegera mungkin dan secara agresif memastikan bahwa permasalahan kecil telah diselesaikan hingga ke akar-akarnya agar tidak akan semakin memburuk di masa depan.

Bersikap terbuka terhadap tantangan
Branson secara terus menerus membuka dirinya terhadap perubahan dalam berbagai hal seperti perspektif, sudut pandang dan pendekatan ke dalam situasi manapun yang menurutnya akan membantunya untuk mencapai tujuan dan ambisinya dengan cara yang lebih efisien dan efektif.

Manfaatkan waktu dengan baik
Branson memiliki kesadaran tinggi tentang pentingnya waktu. Setiap detik yang berlalu ialah peluang untuk melakukan hal dengan lebih baik, menuju tujuan selanjutnya yang lebih tinggi dan luas. Ia kemudian memanfaatkan waktunya dengan menggabungkan bisnis dengan bersenang-senang.

Berburu peluang baru
Branson selalu berusaha mencari peluang dan gagasan baru di sekitarnya yang akan memungkinkannya untuk meraih keunggulan yang lebih besar dibandingkan pesaingnya.

Tidak sungkan bertanya
Branson selalu bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan pemberian solusi yang mengutarakan pemikirannnya dan membantunya mengatasi tantangan yang menghadangnya setiap hari.

Menantang diri sendiri
Branson tidak segan untuk terus memberikan tantangan kepada diri sendiri baik dalam kehidupan pribadi dan kegiatan berbisnis. Ia melihat semuanya sebagai peluang untuk memperkuat tekad dan keahliannya serta menumbuhkembangkan kerajaan bisnisnya, Virgin.

Menikmati kehidupan
Meski terus bekerja, Branson tidak lupa untuk menikmati kehidupan. Ia mengaku terus mencari celah usaha baru, petualangan baru dan pengalaman di bidang lain. Ia yakin bahwa kehidupan harus selalu dinikmati hingga semaksimal mungkin atau kita sama sekali melewatkannya dan menyesal.

Bersenang -senang
Branson mengubah semua hal menjadi permainan yang menjadikannya pekerjaan seolah-olah seperti sebuah permainan untuk bersenang-senang. Karena inilah, ia berusaha menggabungkan pekerjaan dengan bersenang-senang dan berhasil menciptakan budaya santai namun tetap penuh semangat dalam bekerja.
Bertemu orang baru

Branson antusias dalam membangun jaringan relasi. Ia menikmati pertemuan dengan orang-orang baru, mendiskusikan peluang baru dan membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan pihak lain.

Mencoba hal baru
Apakah itu mencoba bidang usaha baru dan tidak terduga, atau menerbangkan balon melebihi jarak rekor, Branson selalu terlihat mencoba hal-hal baru yang belum pernah ia lakukan atau alami sebelumnya. Setidaknya dalam hidup, ia pernah melakukannya sekali.

Menikmati pekerjaan
Karena Branson menggabungkan pekerjaan dengan bersenang-senang sehingga ia bisa meningkatkan semangatnya dan memperkuat motivasinya untuk bekerja lebih keras lebih lama sepanjang siang dan malam.

Membawa buku catatan
Ia terlihat selalu membawa buku catatan di saku untuk dapat menuliskan ide-ide proyek barunya, mengumpulkan umpan balik dari para pelanggan dan pegawai dan untuk menuliskan tujuan atau ambisi, pemikiran dan pengalamannya. Dengan menulis di buku catatan, ia dapat lebih mudah mengklarifikasi pemikirannya dan memberikan panduan dalam bekerja.

Berkumpul dengan orang-orang hebat
Dengan berkumpul dengan orang-orang brilian dan berdedikasi tinggi di bidang masing-masing, ia merasa mendapatkan bimbingan dalam membuat keputusan-keputusan krusial. Ia juga berkumpul dengan para kolega dan staf yang memiliki tujuan, prinsip dan minat yang sama. Orang-orang ini dengan sendirinya memberikan dukungan moral terhadap visi, misi dan segala usaha yang dilakukan Branson.

Mengambil risiko yang telah diperhitungkan
Branson mengambil risiko terukur dalam bisnis dan kehidupannya. Ia memahami bahwa keterbatasan memang ada tetapi bukan berarti harus bersikap nekat dan ceroboh dalam menjalani usaha. Bergerak dan membuat kemajuan secara cerdas setahap demi setahap melalui masa-masa awal usaha yang penuh pergolakan.

Menyisihkan waktu untuk membaca dan belajar
Ia sangat paham bahwa hikmah dan pelajaran biasa didapatkan dari kesalahan dan pengalaman pribadi. Selain itu, ia mengakui bahwa pelajaran bisa dialami melalui membaca. Membaca buku seolah menjadi jalan pintas untuk mempelajari sebanyak mungkin hikmah dalam waktu yang relatif lebih singkat daripada harus mempelajari dan mengalami secara langsung di lapangan.

Tidur sejenak dan merenung
Agar bisa menyegarkan pikiran dan tubuh, Branson terbiasa untuk tidur singkat di sela-sela kesibukannya. Ia juga tidak ragu untuk luangkan waktu hanya untuk merenung tentang gairahnya dalam berbisnis. Dengan begitu, kreativitas dan ide-ide baru bisa terus bermunculan.

Luangkan waktu untuk berpikir
Branson menyisihkan waktu untuk merancang sebuah ide baru, merencanakan proyek baru dan berpikir tentang solusi kreatif untuk bisa menjawab masalah yang sedang dihadapi. (*/Akhlis)

Hmm, Tips sukses ini bakalan sia-sia kalo gak segera dilaksanakan. C'mon guys, See you on Top.

How to Get a Job!!


Pas lagi Blogwalking gue nemu blog yang keren dan isinya bermanfaat banget buat kita-kita. dan gue nemu suatu artikel yang membuat gue tertarik yaitu tips jitu gmana kita bisa mendapatkan pekerjaan. gak usah berpanjang lebar simak aja nih tipsnya. cekidot!


Dear Friends,

Mungkin ini adalah pertanyaan yg paling banyak ada di pikiran banyak masyarakat Indonesia (bahkan dunia) saat ini. Ketika krisis global melahap dunia sejak Q3 2008 lalu, banyak yang kena PHK. "Beruntung" kita yang di Indonesia, kita masih 'tidak' merasakan impactnya sebesar mereka yang ada di Amerika. Untuk pertama kalinya angka pengangguran mencapai double digits di sana. Kalau di Indonesia, emang sudah dari dulu kaya gitu...

Jadi,...yang selama ini saya coba dengung2kan ke telinga dan pemikiran kaum muda Indonesia bahwa 'terinspirasilah untuk bisa sukses di usia muda' tampaknya 'susah'. Mungkin bagi sebagian orang berpikir "gimana mau sukses di usia muda, dapet kerja aja susah!". Jadi, mungkin saya harus melangkah mundur satu step untuk menginspirasi mereka yang sedang berjuang untuk bisa survive. Ya itu tadi, mungkin pertanyaan yg cocok adalah "How to get a job?", "How to survive?"

Kenapa hari ini hati saya tergerak untuk menulis tentang hal ini? Karena sejak kemarin sore dan tadi saya menyortir lebih dari 200 CV atas opening beberapa posisi di Rolling Stone yg saya run sekarang ini. Yes, saya sendiri yang memang mau menyortir CV2 tersebut! Dan ketika membaca CV tersebut satu per satu, hati saya serasa diiris pisau tajam...

Sebagian besar tidak tahu bagaimana menulis Cover Letter dan CV! email yang dipakai (misal) chantique_bgt@yahoo.com, cute_girl@gmail.com, dsb. Penulisan CV yang tidak teratur; tidak jelas apa yang mau di highlight di CV tersebut. Kertas CV yang berwarna warni. Foto yang terpampang adalah hasil jepretan foto hp dan posisinya lagi di dalam mobil, ada juga foto dengan pose 'sok' cute, sexy dan sebagainya. Mereka ini mau cari jodoh atau cari kerja ya?

Tapi itu semua tidak bisa disalahkan sepenuhnya ke mereka. FYI, yang melamar banyak dari universitas yang selama ini terkenal sebagai salah satu universitas 'terbaik' di negeri ini! Apakah ketika mau lulus tidak diajarin bagaimana menulis CV?

Saya masih ingat jelas bahwa dulu ketika di semester terakhir, saya diajari menulis Cover Letter yang baik. Kenapa? Karena Cover Letter yang baik akan membuat CV kita dibaca. Kalau penyeleksian yang ketat,...ketika Cover Letter yang merupakan highlight summary atas short bio kita tidak menarik, maka si penyortir tidak akan melihat CV yg kita buat. Dengan kata lain, kita sudah gugur bahkan sebelum CV kita dibaca!

Saya juga diajarkan bagaimana menulis CV yg baik. Rule#1: CV tidak mungkin 'One fits all' artinya, kita tidak bisa membuat hanya 1 CV dan kita kirim ke 100 lowongan pekerjaan di bidang media, fashion, broadcasting, banking, telecomunication, dll. Masing-masing industri CVnya harus dibedakan, karena kita diperlukan untuk menghighlight sesuatu yg memang menunjang posisi yg kita apply untuk di industry tersebut.

Selain itu semua, yang saya mau sampaikan di sini adalah saya sangat sedih melihat banyaknya orang yang 'tidak tahu' mau jadi apa ketika ambil jurusan. Jadi mereka terpaksa apply apa aja yang tersedia, tanpa sesuai dengan jurusan yang dia ambil. Tahu apa impactnya? Jelas HRD akan memprioritaskan mereka yang punya background edukasi yang sesuai, apalagi kalau sudah ada pengalaman kerja di bidang tsb. Jadi, yg 'salah jurusan' sekali lagi 'kalah' dalam tahap seleksi awal.

Ditambah...banyak lulusan S1 yang melamar menjadi seorang Receptionist (salah satu lowongan di Rolling Stone). Sungguh, saya sedih sekali sambil berpikir "Mereka ini kapan bisa menjadi Young On Top? Apakah mereka tidak pernah mau menjadi YOT?"

Saya rasa pendidikan Bangsa ini harus diperbaiki. Jangan di universitas hanya diajarkan teori-teori saja dan bagaimana berdebat. Tapi ajarin juga dong gimana buat Cover Letter yang benar, bagaimana buat CV yang menarik, dan apa saja yang perlu dilakukan dan jangan dilakukan ketika interview? Kenapa di luar sana universitas sudah menyadari bahwa hal2 inilah yang akan membuat fresh graduates bisa mendapatkan kerja? Jangan ini semua dicuekin dan universitas hanya lepas tangan dan bilang "tugas kami membimbing sampai lulus sudah selesai". Sadarilah bahwa tugas universitas adalah untuk sampai para lulusannya bisa mendapatkan kerja atau membuka wirausahanya!

I still hope to see you all ON TOP! Never give up...
BB

Life Is ....


Life is an opportunity, benefit from it.

Life is beauty, admire it.

Life is a dream, realize it.

Life is a challenge, meet it.

Life is a duty, complete it.

Life is a game, play it.

Life is a promise, fulfill it.

Life is sorrow, overcome it.

Life is a song, sing it.

Life is a struggle, accept it.

Life is a tragedy, confront it.

Life is an adventure, dare it.

Life is luck, make it.

Life is too precious, do not destroy it.

Life is life, fight for it.

(Mother Theresa)

The Secret Of Young on Top.

Wassap guys!

Finnaly, postingan gue di blog ini, hari ini tepat postingan ke 100.

Spesial, di postingan gue ke 100, gue pengen ngomongin tentang semangat dan mimpi.

gue kagum dengan orang-orang yang sudah menggapai mimpi mereka di usia muda, banyak di antara mereka umurnya masih sekitar 18-21 tahun. tapi mereka sudah menggapai sukses misalnya dengan memenangkan kompetisi di tingkat nasional maupun internasional, atau mereka yang sudah memiliki usaha mereka yang omsetnya sudah mencapai jutaan bahkan ratusan jutaan rupiah.



(Mark Zuckerberg Contoh Sukses di Usia Muda)


itulah yang gue kagum dari orang sukses di usia muda, mereka populer dicintai dan dikagumi banyak orang.


sebenernya apa sih rahasia mereka bisa menggapai sukses?, apa mereka mengandalkan keberuntungan mereka semata. mengapa mereka bisa lebih beruntung?


ternyata mereka bukan orang yang super luar biasa, atau superpower. setelah gue meneliti dengan membaca tulisan mereka dan sharing mereka. mereka memiliki kemampuan sebagai berikut







Bermimpi besar.

Bermimpi adalah modal awal untuk menjadi pemenang, keberhasilan besar pasti diawali dari mimpi yang besar. jangan berharap untuk mencapai kesuksesan besar bila bermimpi besar saja tidak mampu. bermipilah besar misalnya, katakan pada diri sendiri. bulan depan saya pasti akan mendapatkan Nilai A!! atau bulan depan saya akan mendapatkan mobil hammer!! dan yakinlah anda akan mendapatakannya.

Kebanyakan orang mereka selalu menentukan target yang pas-pasan sehingga mereka hanya mendapatkan yang pas-pasan saja. Jadilah orang besar dengan mimpi yang Besar!



Mencintai apa yang dikerjakan

Kebanyakan orang selalu mengeluh akan sekolahnya, kuliahnya, dan pekerjaannya. karena mereka merasa melakukannya dengan terpaksa. mereka tidak mengetahui mengapa mereka harus melakukan pekerjaan tersebut. mereka tidak mempunyai motivasi mengapa mereka harus mencintai pekerjaan tersebut.

yang harus kita lakukan adalah
melakukan apa yang anda cintai, dan mencintai apa yang anda lakukan


Pilihlah pekerjaan yang anda sukai, pilihlah jurusan yang anda cintai, dan cintailah orang yang anda cintai. maka anda akan selalu bersemangat dengan hal itu. bila anda semangat, maka anda akan bekerja lebih keras, semakin anda bekerja lebih keras maka semakin dekat anda dengan kesuksesan anda. percayalah!




Menghargai Waktu

Setiap orang ditakdirkan sama, mereka hanya memiliki waktu 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. tapi, kebanyakan orang mengeluh mereka tidak bahagia dan sukses karena mereka tidak mempunyai banyak waktu.

orang-orang sukses yang gue temui adalah orang-orang sibuk, tapi mereka mampu membagi waktunya dengan baik sehingga mereka bisa mendapat menggapai sukses, berbeda dengan orang biasa yang selalu menghindari tugas bagi mereka. mereka selalu menolak bila ada tugas dan mengerjakannya dengan terpaksa. kurangi waktu yang tidak perlu dan siapkan waktu untuk anda untuk mencapai sukses.




Itulah beberapa sifat yang dimiliki oleh para pemuda-pemudi yang sukses di usia muda. gimana dengan gue sendiri? gue masih tahap belajar menerapkan sifat-sifat yang dimiliki para jawara muda itu.

gimana dengan kamu?


Semoga kita bisa jadi generasi Young on Top.



See you on the top!!


Ryan Yuniardo S

Tips Sukses Pengusaha

Rahasia Sukses Pengusaha

Adakah cara untuk menentukan apakah Anda dapat menjadi pengusaha berhasil, atau lebih baik bekerja untuk orang lain?. Tidak ada formula untuk sukses. Namun, kebanyakan pengusaha sukses membagi 10 karakter ini. Cek jika Anda memiliki salah satunya:
1. Berpikir sukses
Untuk mendapatkan kesuksesan yang diinginkan, Anda perlu bermimpi besar. Setiap kesuksessan dimulai dengan impian besar. Anda perlu memiliki impian besar bagi diri Anda- Anda ingin menjadi kaya, terkenal atau berkecukupan. Namun mimpi saja tidak cukup. Anda harus aktif memvisualkan sukses dalam pikiran Anda sehingga dapat Anda rasakan. Bagaimana rasanya melipatgandakan income Anda? bagaimana hidup akan berubah?

Pengusaha sukses memiliki sikap keterbukaan dan keyakinan yang dapat Anda miliki. Para pakar manajemen telah mengajarkan pada kita kekuatan visualisasi- dengan melihat diri kita didalam pikiran untuk mencapai impian-impian kita. Jika Anda ingin menjadi penulis sukses, gambarkan diri Anda menandatangani buku di kerumunan orang yang antri minta tanda tangan Anda. Dan proses ini harus diingimbangi dengan tindakan yang konstan! Anda harus berfikir jika Anda dapat meraih sukses di setiap menit

2. Memiliki hasrat pada apa yang kerjakan
Anda memulai bisnis untuk merubah sebagian atau seluruh hidup Anda. Untuk melakukan perubahan ini, Anda perlu mengembangkan atau membuka hasrat personal Anda terhadap perubahan baru. Keberhasilan akan datang jika Anda mencintai apa yang Anda kerjakan. Mengapa? Karena kita akan lebih bersemangat mengejar tujuan terhadap apa yang kita cintai. Jika Anda membenci pekerjaan Anda sekarang, apakah Anda akan berhasil? Tidak sama sekali! Meskipun Anda menjadi kompeten melakukan tugas tersebut, namun Anda tidak akan pernah meraih keberhasilan yang besar. Anda akan mencapai performa puncak dan melakukan sesuatu untuk meraih sukses jika Anda melakukan sesuatu yang menjadi minat Anda. Pengusaha sukses tidak peduli jika mereka menghabiskan 15 atau 18 jam sehari untuk mengurus bisnisnya karena mereka memang mencintai apa yang mereka kerjakan. Keberhasilan dalam bisnis adalah masalah kesabaran dan kerja keras, yang hanya didapatkan jika Anda memiliki hasrat terhadap tugas dan kegiatan yang Anda kerjakan.

3. Fokus pada kelebihan Anda
Mari kita hadapi; Anda tidak dapat menjadi apapun bagi semua orang. Kita memiliki kelebihan dan kekurangan. Agar efektif, Anda harus mengenali kelebihan dan berkonsentrasi pada hal tersebut. Anda akan menjadi semakin sukses jika mampu menggabungkan dengan upaya Anda di area yang Anda kuasai dengan baik. Misalnya, dalam bisnis, Anda memiliki insting marketing yang bagus, kemudian pertajam kelebihan ini dan gunakan dengan maksimal. Mintalah bantuan di area yang tidak Anda kuasai, misalnya akuntansi atau pembukuan. Untuk merubah kelemahan menjadi kekuarangan, pertimbangkan untuk mengikuti training formal.

4. Pantang memikirkan kemungkinan gagal
Ayn Rand, di dalam novelnya The Fountainhead, menulis, "Bukan sikap manusia- atau makhluk hidup, untuk memulai dengan menyerah." Sebagai seorang pengusaha, Anda harus sepenuhnya percaya dengan sasaran dan apa yang Anda lakukan. Pikirkan apa yang Anda kerjakan akan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan diri Anda sendiri. Anda harus memiliki keyakinan yang kuat atas ide, kemampuan dan diri Anda sendiri. Anda harus yakin dibalik bayangan keraguan, Anda memiliki kemampuan untuk mengenali dan mengatasinya. Semakin Anda mengembangkan keyakinan untuk mencapai sasaran, semakin cepat Anda mendapatkannya. Namun, keyakinan Anda harus diimbangi dengan perhitungan resiko. Pengusaha sukses adalah mereka yang menganalisa dan meminimalkan resiko untuk mendapatkan profit. Seperti yang sering mereka katakan, "tanpa keberanian, tidak ada kemenangan."

5. Rencanakan dengan baik
Anda memiliki visi, dan yakin dapat mencapai visi Anda. Tapi, tahukan Anda bagaimana mencapai visi Anda? Untuk mencapainya, Anda harus memiliki tujuan konkrit sebagai batu loncatan untuk visi Anda. Tulislah sasaran Anda: jangan melakukannya hanya untuk berfantasi. Anda harus merencanakan tindakan Anda agar memberikan kontribusi untuk meraih visi. Kemampuan Anda untuk menetapkan sasaran dan membuat perencanaan adalah keterampilan yang diperlukan untuk sukses.

6. Kerja Keras!
Setiap pengusaha sukses bekerja keras. Tidak ada orang sukses hanya dengan berpangku tangan. Seperti yang dikatakan Brian Tracy , "Anda bekerja selama 8 jam sehari untuk bertahan hidup; semua hal setelah 8 jam sehari adalah untuk kesuksesan." Tanyakan pada pengusaha sukses dan mereka akan mengatakan pada Anda bahwa mereka harus bekerja lebih dari 60 jam dalam seminggu di awal bisnis mereka. Bersiaplah menguncapkan selamat tinggal pada acara nongkrong bersama setelah jam kerja, atau berjalan-jalan diakhir pekan. Jika Anda berada di tahap awal, Anda harus bernafas, makan dan minum dengan bisnis sampai bisnis Anda bisa berjalan. Kerja keras akan mudah jika Anda memiliki visi, sasaran yang jelas, dan hasrat pada apa yang Anda kerjakan.

7. Terus-menerus memperluas jaringan
Di dalam bisnis, Anda dinilai oleh perusahaan yang Anda jalankan - dari tim manajemen, dewan direksi, dan rekan stratejik. Bisnis selalu memerlukan bantuan, terlebih usaha kecil. Penting untuk membentuk aliansi dengan orang-orang yang dapat membantu Anda, dan yang dapat Anda bantu. Agar berhasil dalam bisnis, Anda harus memiliki ketrampilan networking yang bagus dan selalu jeli melihat peluang yang ditawarkan kontak Anda.

8. Kemauan untuk Belajar
Anda tidak harus bergelar MBA atau PhD untuk berhasil dalam bisnis. Kenyataannya, banyak pengusaha yang tidak menyelesaikan pendidikan menengah mereka. Studi menunjukkan kebanyakan millioner memiliki intelegensi rata-rata. Namun, mereka meraih potensi secara penuh untuk mencapai tujuan finansial dan bisnis, karena mereka mau belajar. Untuk berhasil, Anda harus mau bertanya, ingin tau, tertarik dan membuka pada pengetahuan baru. Kemauan untuk belajar menjadi hal yang penting seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan menjalankan bisnis.

9. Memiliki keteguhan dan keyakinan
Tidak seorangpun yang mengatakan jalan menuju sukses itu mudah. Disamping intensitas dan kerja keras, terkadang Anda mengalami kegagalan. Beberapa pengusaha sukses mengalami kemunduran dan kekalahan, bahkan bangkrut, namun mereka segera bangkit untuk membuat perhitungan. Ingatlah, jika Anda memiliki keteguhan, tidak ada yang dapat menghentikan Anda.

10. Disiplin pribadi
Thomas Huxley mengatakan, "Lakukan apa yang harus Anda lakukan, apakah Anda menyukainya atau tidak ." Disiplin-diri adalah kunci sukses. Kemauan yang kuat akan mendorong diri Anda untuk menebus harga kesuksesan - melakukan apa yang tidak disukai orang lain, menempuh perjalanan panjang, bertarung dan menjadi pemenang.

Wishlist, Daftar Impian orang sukses..


Apa itu wishlist? Wishlist adalah daftar yang berisi tentang semua keinginan kita di dalam hidup ini.
Wishlist sangat penting buat orang-orang yang mau sukses. Orang sukses yang gue kenal biasanya mempunyai wishlistnya sendiri.

Waktu SMA gue pernah ikut seminar di sekolah, disana sang Motivator bercerita ada seseorang di luar negeri, gue lupa siapa namanya, dia dari umur masih remaja udah punya wishlist pribadi ampe 100an gitu. Dan you know what!! Dia berhasil mewujudkan semua Impiannya.

Menurut gue Wishlist itu penting, soalnya dengan kita mempunyai wishlist berarti kita sudah mempunyai peta. Dimana hidup kita sudah mempunyai jalurnya sendiri. Bebrbeda dengan orang yang tidak mempunyai wishlist, mereka biasanya gak tau tujuan hidup mereka
Wishlist yang dianjurkan oleh motivator gue itu harus ada 100 list yang harus ditulis, bagus kalo lebih. Tapi, biasanya untuk menulis sampai 100 ittu susah banget. Baru nulis ke 40 aja kayaknya udah susah tapi, lebih baik coba deh.

Oh ya! kemaren gue, baru aja buka agenda pas SMA dan gue nemuin wishlist.. Hmmm, isinya lucu juga kalo dipikir-pikir. "Isinya kok gue kayak gini ya" dalam hati..

Puji tuhan sebagian dari wishlist itu udah terwujud, ya walau wishlist yang baru gue tulis masih sebanyak 31 biji.. Hehehe..

Nah, makanya hari ini bakal gue lanjutin wishlist ini, karena menurut gue wishlist adalah privasi maka gak akan gue post di blog atau pun gue publikasikan kecuali kalo gue mau hehe...

Berbeda dengan resolusi, resolusi menurut gue itu ampir sama dengan wishlist tapi kalo resolusi itu Cuma dalam jangka waktu 1 tahun, nah kalo wishlist itu seumur hidup kita.

Nah, setelah gue cek agenda gue waktu SMA dan gue menemukan 7 dari 10 resolusi gue di tahun 2008 tercapai!!! Luar biasa.

Untuk di tahun 2009, gue gak punya catatan tentang resolusi dan di tahun 2010 gue juga lupa resolusi gue apa. Tapi gue janji, di tahun 2011 gue bakal buat resolusi gue itu.

About Dream




Setiap orang berhak memiliki mimpi. Begitu pula dengan saya, saya mempunyai banyak sekali mimpi. Mimpi yang saya maksud disini bukanlah mimpi yang terjadi pada saat kita tidur.



Mimpi yang saya maksud disini adalah cita-cita, keinginan, atau bisa kita sebut juga impian. Mungkin bayak orang bertanya “Buat apa sih kita mempunyai mimpi?” , “ngapain sih kita berangan-angan?”



Pertanyaan itu kadang-kadang terdengar di telinga kita. Bermimpi itu menrurut saya sangat penting. Karena, dengan mimpi itulah seseorang mempunyai kekuatan untuk menjalani hidup.



Saya mempunyai mimpi untuk menjadi manusia yang berguna untuk banyak orang. Atau biasa disebut menjadi terang dan garam dunia. Mungkin kalimat tersebut terdengar familiar. Karena kalimat tersebut terdapat dalam Alkitab.



Mungkin, saat ini saya diibaratkan hanyalah sebuah lilin kecil, tapi saya akan berusaha menjadi secercah cahaya untuk menerangi orang di sekeliling saya. Itulah mimpi saya.



Jika berbicara mimpi, saya menjadi teringat pada seseorang yang menjadi idola saya pada saat ini. Dia adalah yang menjadi panutan untuk menggapai semua mimpi saya, bagaimana dia bisa mencapai posisi orang nomor satu di sebuah Negara nomor satu di dunia. Betul, Dia adalah Barack Obama.



Barrack Obama yang lahir sebagai keturunan kulit hitam, tidak putus asa menggapai mimpinya untuk mendiami Gedung Putih. Padahal bila kita telisik lebih jauh., di bukunya “dari menteng menuju gedung putih”. Ia bercerita bahwa sewaktu tinggal di Indonesia tepatnya di menteng dalam. Ia mengalami kehidupan yang sulit. Karena ayahnya yang orang Indonesia gajinya pas-pasan, sehingga ibunya harus mencari tambahan uang sebagai pengajar bahasa inggris di kedutaan besar amerika serikat dengan naik bus Ekonomi yang panas dan pengab.



Kesusahan yang dialaminya tak membuatnya berputus asa malah oleh karena diasuh ibunya yang disiplin, dan didorong kemauan dan kepercayaan diri yang tinggi ia bisa menjadi seorang yang kita kenal seperti saat ini. Dalam sebuah buku Renungan Harian, saya pernah membaca bahwa Obama kecil pernah membuat sebuah puisi tentang keinginannya menjadi Presiden yang dibaca oleh gurunya. Dan ternyata mimpinya terwujud.



Mimpi tanpa keyakinan adalah sia-sia belaka. Semangat itulah yang seharusnya kita tiru dari Barrack Obama, Optimisme yang membara dengan Motonya “Yes, We Can!” bisa membuatnya menjadi Presiden kulit hitam pertama di Amerika serikat. Terlepas dari kontroversi akan kedatangannya ke Indonesia, Obama adalah bukti sukses dari Mimpi, Keyakinan, dan Kerja Keras. Semoga hal ini dapat menjadi inspirasi untuk kita semua.

Sukses ala Saykoji

SUKSES

Hidupmu rencanakan mau dikemanakan
Agar tak jadi kusut dan berantakan
Dan kau tak pernah akan pusing karena tekanan
Dengarkan lagu ini hidup kan kau menangkan

Coba petakan apa rencana yang kau harapkan
Kerahkan segala sumberdaya dan arahkan
Kenali identifikasi rencanamu
Agar tak hilang arah menjadi bencanamu

Ukur tingkat kesuksesan yang kau inginkan
Kenali talenta kapasitas kau tinggikan
Kendalikan kontrol setiap bidikan
Multiplikasi awal wujud yang kau impikan

Tak ada jalan singkat naik keatas
Naik tingkat demi tingkat tinggi tak terbatas
Harus kau buktikan bahwa dirimu pantas
Jalan pintas hanya buat prosesmu kandas

Reff
Waktu tak menunggumu dan terus berlalu
Meninggalkan langkah yang ragu
Kesempatan yang datang tiada berarti
Bila langkahmu tiada terarah

Dan ingat tak hanya kerja keras dan keringat
Kerendahan hatimu harus ikut terlibat
Jangan kau sangka sukses awallah segalanya
Konsistensi dan tetap belajarlah caranya

Makannya buka mata telinga hati resapi
Kau bisa temukan inovasi untuk genapi
Mimpi dalam hati semakin dekat kecapi
Semangat berapi api langkah tetap rapi

Bermain cantik gunakan taktik dalam praktik
Penuh manuver yang dinamis hindari statik
Kejujuran penting tapi hanya itu tak cukup
Masih banyak celah jembatan sukses harus kau tutup

Modal talenta waktu dan uang tak seberapa
Harus sisihkan nilai lebih agar bertambah
Jangan habiskan untuk apa yang kan jadi sampah
Kau tak ingin impian suksesmu jadi apa

Back to Reff: