Tampilkan postingan dengan label Peluang Usaha. Tampilkan semua postingan

Skripsi, Marketing, Entrepreneurship, dan Motivator

Halo, sudah lama gak posting blog.

Gak kerasa udah hampir akhir tahun, banyak banget yang kejadian-kejadian yang gue alamin di tahun 2012 ini. Mulai dari yang asem, manis, asin sampai pahit dialamin semua.

Walaupun begitu, kata motivator ternama pernah bilang "Hidup itu harus dinikmati bagaimanapun rasanya, karena Hidup adalah Proses".

Sekarang gue mulai menggarap Skripsi walau sampai detik ini masih mentok di Judul.. hehehe.
tapi gue udah kebayang sih gue mau nulis tentang apaan. yah. gak jauh-jauh dari marketing.



kenapa gue pilih marketing, karena menurut gue Marketing sesuai dengan passion gue. Sebenernya gue juga tertarik dengan tema "Entrepreneurship". tapi gue lebih condong ke Marketing soalnya gue  memang senang memperhatikan Merek dan Brand tertentu. dan gue juga senang dengan psikologi. yang sedikit banyak bakal gue kupas di skripsi gue.

Ngomong-ngomong tentang Entrepreneurship, kemaren gue baru aja nonton film Thailand judulnya "The Billionaire". Ceritanya diambil dari kisah nyata tentang anak muda yang punya cita-cita pengen jadi entrepreneur muda sedari lulus SMA. Di Film itu kita bisa lihat perjuangan dan semangatnya dalam meraih cita-cita.



Film ini diangkat dari kisah nyata Top Ittipat, Owner sekaligus Founder Snack Tao Kae Noi yang sering kita lihat di Seven Eleven, Circle K dan Convenience Store  lainnya. Tao kae Noi  mempunyai arti "Pengusaha Muda"  berasal dari bahasa Hokian "Tao ke = Bos/ Pengusaha" dan dari bahasa Thailand "Noi  = Muda"

Film ini sangat cocok untuk para pengusaha muda yang baru mulai usaha, di Indonesia sendiri kita punya para pengusaha muda yang ceritanya mirip dengan Top Ittipat. contohnya Axl yang merupakan pemilik dari keripik pedas Maicih asal Bandung. ada juga Hendi Sutiono pemilik dan pendiri Kebab Baba Rafi.

Axl (owner Maicih)

Hendi Sutiono (owner Kebab Turki Baba Raffi)


Sekarang  gue juga sedang menjalankan usaha bersama teman-teman. bisnis Gerai Sosis Bakar yang bernama "Mr. Soba". yang kami jalankan di lingkungan kampus Telkom University. Saat ini kami baru mempunya satu gerai dengan satu karyawan. namun mudah-mudahan di tahun depan kami bisa membuka gerai baru dan memperluas usaha kami. kami juga tidak menutup kemungkinan untuk bekerjasama dengan mitra yang ingin membuka gerai "Mr. Soba" di tempat lain. (more info visit : http://mistersoba.tk)
gue dengan Karyawan booth Mr.Soba

Selain Mr. Soba, Gue juga lagi menjalankan usaha penjualan parfume yang dijalankan via Online melalui FB, dan Offline melalui KOPMA IMT.  Semoga bisnis gue yang satu ini lancar juga amin. yang mau jadi reseller juga mangga. hahahaa..

Mumpung masih muda, kita ambil aja setiap kesempatan yang ada. kalo kata Motivator Tung Desem Waringin sih," apa yang kita lakukan di usia 17-25 tahun, menentukan siapa kita di usia 40 tahun"

Ngomong-ngomong soal Motivator, hari minggu besok gue mau nonton Mario Teguh Golden Ways bareng HIPMI PT IMT. siapa tau masuk tipi. #pentung.





Peluang Usaha Murah Meriah Nasi Goreng



Siapa yang kenal nasi goreng, sesuai dengan perkembangannya nasi goreng pun mengalami penambahan variasi menu seperti nasi goreng seafood, nasi goreng keju, bahkan ada juga yang menawarkan nasi goreng strawberry.

Makanan tradisional ini sebenarnya berasal dari Tionghoa yang awalnya tercipta karena masyarakat Toinghoa yang tidak suka memakan makanan dingin dan sering membuang sisa nasi. Oleh karena itu dibuatlah nasi dengan campuran bumbu-bumbu dan kecap sehingga bisa dihidangkan kembali dalam keadaan hangat.

Walaupun begitu, kenyataannya di beberapa kota di luar negeri ada yang menjual nasi goreng dengan nama “nasi goreng” bukan dengan bahasa mereka, seperti jika dalam bahasa Inggris nasi goreng dituliskan fried rice.

Target Konsumen

Semua kalangan dan usia bisa menjadi target pasar peluang usaha nasi goreng ini

Info Bisnis

Lokasi usaha nasi goreng sebaiknya dekat dengan keramaian. Lokasi starteginya antara lain di pinggir jala raya, di dekat perkantoran, atau perumahan. Penjual nasi goreng bisa berjualan terpisah atau berkumpul dengan pedagang makanan lain.

Kelebihan

Menu nasi goreng biasa dicari orang yang lapar dan malas memasak pada malam hari. Selain itu, cocok juga dimakan saat cuaca dingin, membuat hangat badan karena di masak pada waktu itu juga. Oleh karena itulah nasi goreng ini dan banyak di cari orang.

Kekurangan


Kebosanan pengunjung terhadap makanan ini. Dan persaingan pasar dengan produk sejenis

Pemasaran

Promosi usaha nasi goreng antara lain dengan memasang spanduk atau papan nama di tempat usaha. Sediakan lampu dengan penerangan yang cukup saat berjualan pada malam hari sehingga dapat terlihat dari kejauhan. Jika perlu buat papan nama yang dilengkapi lampu.

Kunci Sukses

Buatlah rasa yang berbeda dengan yang lainnya, atau sesuatu yang unik. Atau bisa juga dengan membuat nama menu masakan yang unik sehingga bisa terus diingat, misalnya “Nasi Goreng Selimut”, “Nasi Goreng Gila” atau “Nasi Goreng Gulung”.


Analisa Usaha


Modal Awal:
Peralatan:
Peralatan Masak:
Kompor, Elpiji, Wajan, dll Rp 1.800.000,00
Peralatan Warung:
Meja, kursi, piring, gelas, dll Rp 1.200.000,00 +
Jumlah modal awal Rp 3.000.000,00
Biaya penyusutan selama 2 tahun:
(3.000.000 – Rp 0) / 2 = Rp 1.500.000 per tahun atau Rp 125.000,00 per bulan.
Perhitungan Laba/Rugi per bulan
Pemasukan satu bulan:
Perkiraan pendapatan bulanan:
Rp 8.000,00 x 40 porsi x 30 hari Rp 9.600.000,00
Biaya produksi satu bulan:
Bahan baku:
Beras, daging, ikan, minyak, dll Rp 2.280.000,00
Bahan penunjang:
Air minum, bumb, elpiji dll Rp 700.000,00
Upah karyawan 2 @ Rp 600.000 Rp 1.200.000,00 +
Jumlah Rp 4.180.000,00
Laba kotor satu bulan Rp 5.420.000,00
Biaya penyusutan
peralatan dan perlengkapan Rp 125.000,00
biaya transportasi dll Rp 650.000,00
Jumlah Rp 925.000,00 +
Laba bersih satu bulan Rp 4.495.000,00


Sumber

Buka Usaha Kecil-kecilan : Roti Bakar

Pengen jadi pengusaha, tapi gak punya cukup punya banyak modal?
kali ini gue akan memposting beberapa usaha yang modalnya relatif kecil tapi hasilnya cukup menggiurkan.


Roti Bakar

PROPOSAL BISNIS Usaha Jualan Roti Bakar
BANG HALIM

Usaha Jualan Roti Bakar
1.Profil Usaha
Seiring dengan perkembangan zaman dan lingkungan, maka orang sekarang
mulai berhati-hati dalam memilih dan memebeli sesuatu.Salah satu hal dimana orang
sangat hati-hati dan teliti sekali dalam memilih dan membeli adalah ketika manusia
membeli makanan.
Zaman dahulu orang membeli makanan hanya berpedoman pada rasanya yang
enak dan murah,ini terutama bagi kalangan masyarakat menengah kebawah, dua hal
ini lah yang menjadi prioritas utama dalam membeli makanan.Mereka tidak begitu
memikirkan kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung didalam makanan yang
mereka beli.
Akan tetapi akhir-akhir ini kecenderungan masyarakat kita dalam membeli
makanan adalah memperhatikan rasa, gizi yang terkandung dalam makanan tersebut,
baru memikirkan harga.Oleh karena itu roti banyak menjadi pilihan manusia untuk
makanan ringan, dimana dari segi rasa, roti menawarkan cukup banyak rasa yang
ditawarkan dan enak, dari segi gizi juga memenuhi kebutuhan gizi manusia, dari segi
harga, roti mudah dijangkau semua kalangan masysrakat.
Dari fenomena diatas maka sangat cocok dan potensial bila kita mendirikan
uasaha jualan roti bakar, dimana dari segi rasa memenuhi konsumen yaitu enak, dari
seagi gizi roti bakar sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen karena
mengandung karbohidrat, protein dll.Dari segi harga roti bakar terbilang mudah
dijangkau oleh semua lapisan masyrakat.

2. Kebutuhan Modal Awal 2 Gerobag (Biaya Tetap)
-Membeli Tempat untuk jualan (Gerobag) :Rp.2.000.000,-
-Membeli Tempat untuk bakar roti (Wajan) :Rp. 300.000,-
-Membeli Kompor Buterfly :Rp. 200.000,-
-Membeli Dekelit 3 x 4 m :Rp. 150.000,-
-Membeli Tempat selai (Toples) 4 buah :Rp. 40.000,-
-Membeli Garpu roti :Rp. 15.000,-
-Membeli Pisau roti :Rp. 8.000,-
-Membeli Solet besar 4 biji :Rp. 16.000,-
-Membeli Solet Kecil 4 biji :Rp. 20.000,-
-Membeli parutan keju 2 buah :Rp. 9.000,-
-Membeli Tempat garpu,pisau,dll :Rp. 45.000,-
-Membuat Sticker dan daftar harga roti :Rp. 30.000,-+
Jumlah :Rp. 2.633.000,-

3. Kebutuhan Bulanan 2 Gerobag (Biaya Variabel)
-Membeli Selai strawberry 10 kg :Rp. 70.000,-
-Membeli Selai nanas 10 kg :Rp. 70.000,-
-Membeli Simas 12,5 kg :Rp.113.000,-
-Membeli cokelat ceres 12,5 kg :Rp.175.000,-
-Membeli kacang 4 kg :Rp. 56.000,-
-Membeli susu 36 kaleng :Rp.216.000,-
-Membeli keju10 biji :Rp.140.000,-
-Membeli pisang 1 tundun :Rp. 40.000,-
-Membeli plastic 3 pack :Rp. 12.000,-
-Membeli kertas roti 1 pack :Rp. 15.000,-+
Jumlah :Rp.907.000,-

4. Kebutuhan 2 hari sekali untuk 2 Gerobag ( Biaya Variabel)
-Membeli roti 40 biji :Rp.88.000,-
-Membeli minyak tanah 4 liter :Rp.10.000,-+
Jumlah :Rp.98.000,-
Maka selama 1 bulan biaya untuk beli roti dan minyak tanah
= Rp.98.000,- X 15 = Rp.1.470.000,-
Jadi jumlah total pengeluaran selama 1 bulan : Rp. 907.000,-
Rp1.470.000,-+
Jumlah (Total Biaya Variabel) : Rp.2.377.000,-

5. Estimasi
Diperkirakan setiap hari 1 gerobag mamapu menjual roti sebanyak 8 buah.
Maka selama 1 bulan roti yang terjual untuk 1 gerobag diperkirakan :
8 x 30 hari : 240 roti.
Karena kita punya 2 gerobag maka 1 bulan diperkirakan roti yang terjual :
240 x 2 : 480 roti.
Pendapatan kotor selama 1bulan (harga roti terendah) 480 x Rp.6.000,- =
Rp.2.880.000,-
Pendapatan bersih selama 1 bulan : Pendapatan kotor – Pengeluaran Biaya
keseluruhan
: Rp.2.880.000 - Rp.2.377.000
Pendapatan Bersih selama 1 Bulan : Rp.503.000,-
Pendapatan sebesar Rp.503.000,- tersebut adalah pendapatan dari harga jual roti
terendah, sedangkan kita mempunyai bermacam–macam harga roti sesuai dengan rasa
yang dinginkan ini dapat dilihat pada tabel daftar harga roti berikut ini :

ROTI BAKAR

“LEMBUR KURING”
Jl. Sawangan, Sanggrahan, Mungkid, Blabak
Contac : 081578967277

DAFTAR HARGA
Padahal dalam sehari roti yang terjual tidak selama nya index haraga yang terendah,
index harga roti yang terjual brevariasi sesuai dengan permintaan pembeli rasa apa
yang pembeli inginkan.Sehingga bukan tak mungkin pendapatan bersih kita selama 1
bulan bisa mencapai lebih dari Rp.503.000,-.
Rasa Harga
Nanas/Strawbery Rp. 6.000,-
Kombinasi Nanas/Strawbery + Kacang Rp. 6.500,-
Kombinasi Nanas/Strawbery + Pisang Rp. 6.500,-
Kombanisi Nanas/Strawbery + Coklat Rp. 7.000,-
Kombinasi Nanas/Strawbery + Keju Rp. 7.000,-
Coklat + Coklat Rp. 7.500,-
Kombinasi Coklat + Pisang Rp. 7.500,-
Kombinasi Coklat + Kacang Rp. 7.500,-
Pisang + Pisang Rp. 8.000,-
Kacang + Kacang Rp. 8.000,-
Kombinasi Kacang + Pisang Rp. 8.000,-
Kombinasi Keju + Pisang Rp. 8.500,-
Kombinasi Keju + Coklat Rp. 8.500,-
Kombinasi Keju + Kacang Rp. 8.500,-
Keju + Keju Rp. 9.000,-
Special Rp.10.000,-

6. ANALISIS TITIK IMPAS (BEP)
Dalam menghitung analisis titik impas ini kita terlebih dahulu menentukan
jumlah total investasi awal.
Investasi awal : Jumlah Biaya Tetap + Jumlah Biaya Toatal Variabel
: Rp.2.633.000,- + Rp.2.377.000,-
: Rp.5.010.000,-

Kemudian setelah diketahui jumlah total nilai investasi awal maka selanjutnya kita
menentukan pendapatan bersih setiap bulan nya .Disini kita menggunakan nilai
pendapatan bersih terendah setiap bulan yaitu Rp.503.000,-..
Maka titik balik modal kita (BEP) akan terjadi pada bulan ke :
=
Penadapatan Bersih PerBulan = 503.00

Investasi Awal =5.010.000



= 9,9 bulan ~ 10 bulan.

Dari hasil diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa kita akan balik modal pada bulan
ke 10, jika pendapatan kita per bulan nya adalah Rp.503.000,-. Padahal penadapatan
tersebut terjadi jika selama satu bulan roti yang terjual adalah roti dengan harga
terendah yaitu Rp. 6.000,- sedangkan dalam setiap penjualan tentu roti yang terjual
adalah dengan harga yang bervariasi sesuai dengan daftar harga yang tertera.
Jadi bukan tidak mungkin kita akan balik modal lebih cepat dari 10 bulan.

7.Tenaga Kerja
Dalam bisnis jualan roti ini kita tidak memerlukan sumber daya manusia yang
ahli dan skill yang khusus seperti :sarjana dll, akan tetapi yang diperlukan adalah
orang yang mau bekerja secara tekun (telaten), sabar, kerja keras dan tidak gengsi
(karena ini merupakan pekerjaan remeh menurut pandangan masyarakat tertentu).

8.Lokasi
System jualan roti ini adalah dapat pemasukan bila ada pembeli (dalam bahasa
jawa adang-adang wong tuku) maka lokasi yang paling bagus adalah ditemapat yang
banyak dilalui orang (banyak orang yang melakukan aktifitas) seperti di depan tooko
(supermarket), di perempatan atau pertigaan jalan dll.
Untuk lokasi yang sudah kami dapatkan yaitu di depan rumah, lokasi cukup bagus
karena di pinggir jalan dan dekat toko perbelanjaan (ruko-ruko), dan satu lagi di
pinggir jalan raya magelang-jogja tepat nya di depan pabrik kertas blabak.

9.Strategi Pemasaran
Untuk saat ini kami dalam memasarkan produk roti kami hanya mengadalkan
promosi lewat orang (dari mulut ke mulut).

10.Faktor- factor yang mempengaruhi dalam jualan roti ini antara lain :
Cuaca
-Bila hujan turun maka orang malas keluar rumah sehingga pembeli tidak begitu
banyak (jarang)
-Bila cuaca terang maka orang banyak yang keluar sehingga target roti 1 hari
terjual 16 roti bisa terpenuhi bahkan bisa lebih dari taget.
Keadaan Ekonomi Masyarakat Sekitar
-Bila musim akhir bulan maka pembeli tidak begitu banyak (jarang), namun bila
awal bulan maka biasa nya pembeli ramai.
-Bila harga sembako naik walaupun hanya sedikit, kadang bisa mengurangi
pembeli.
Apabila factor-factor tersebut benar-benar mempengaruhi dalam jualan roti, kita
masih bisa mendapat untung sekitar Rp.± 300.000,- satu bulan.Hal ini sudah kami
buktikan.

Berbisnis itu sulit ? Mudah ? Semuanya kembali kepada Anda. Namun, dengan
perencanaan yang baik, maka segala hal bisa menjadi lebih mudah.
Selamat memulai usaha Anda.